SLIDE 1
 
 
1
2
Iklan_herbaVOMITZ
iklan_bjbsyariah
iklan_bnisyariah
iklan_hajimoelseafoodpusat
iklan_infaqcenter
iklan_majalahalbahjah
iklan_muamalat
 

Melihat Sejarah Suriah di Masa Peradaban Islam

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

Sunday, 27 November 2016 06:08

Dikutip dari REPUBLIKA.CO.ID, Al-Imam al- Waqidi dalam bukunya yang berjudul The Islamic Conquest of Syria menyebutkan ash-sham memiliki makna yang signifikan dalam penamaan Islam. Alquran menyebutnya sebagai ‘tanah yang diberkati’ dimana Masjid Al Aqsha berada. 
kota-damaskus-suriah-pusat-kekuasaan-dinasti-umayyah-_120813131723-827
Ash-Sham adalah rumah bagi kebanyakan Rasul dibanding tanah lainnya. Banyak Rasul yang dimakamkan di Suriah seperti Mu’awiyah serta ulama Suriah yang tak terhitung banyaknya contohnya Al Imam an Namawi. Suriah telah banyak menghasilkan pendekar-pendekar hebat (As-Sultan Nurrudin) dan para martir (ash-Syaikh Abdullah al Azzam) serta nabi Isa as turun di Damaskus dan memiliki ibu kota Baytul Muqadas. Dan Suriah adalah tempat berkumpul pada hari kiamat.

Muhammad Syafii Antonio dalam bukunya yang berjudul Encyclopedia of Islamic Civilization menyebutkan, sebelum berada di kekuasaan Islam, Suriah dikuasai oleh Bizantum. Pembebasan Suriah dan Damaskus sesungguhnya tidak terlepas dari ambisi kerajaan Romawi untuk merampas wilayah Islam sekaligus karena kekejaman orang-orang kaisar Heraklius. Di antara kekejamannya adalah penangkapan dan pembunuhan terhadap utusan Rasulullah. 

Pembebasan Suriah oleh pasukan Muslim bermula dari ekspedisi ke selatan Suriah pada tahun 629 M di saaat Nabi Muhammad SAW masih hidup. Dari situlah kemudian meletus perang Mu’tah.

Perang Mut’ah adalah perang pertama antara Islam dan Romawi. Perang ini memiliki nilai sangat stragtegis dan politis bagi umat Islam dan bangsa Arab karena untuk kali pertama dalam sejarah suku-suku Arab berhadapan dengan negara adidaya. Perang ini merupakan pintu gerbang menuju penaklukan ke negeri kristen. Mu’tah merupakan sebuah daerah di dekat Palestina yang pada masa itu termasuk wilayah Syam atau Suriah. 

Pada tahun 661, Damaskus memulai sejearah barunya sebagai pusat pemerintahan umat Islam. Mu’awiyah bin Abi Sufyan pada saat itu menjabat sebagai gubernur Suriah. Sejak saat itu, dimulailah sejarah Dinasti Umayyah. Dari tahun 661-750 Damaskus menjadi ibu kota pemerintahan Muslim Dinasti Umayyah. 

Sekitar tahun 750, kekuasan Dinasti Umayyah berakhir di tangan Dinasiti Abbasiyah. Ibu kota pemerintahan kemudian dipindahkan ke Baghdad Irak. Dinasti ini berkembang pesat selama dua abad pertama. Tetapi mulai meredup setelah naiknya bangsa Turki yang sebelumnya merupakan bagian dari tentara kerajaan yang mereka bentuk yang dikenal dengan istilah Mamluk. Dinasti Abbasiyah akhirnya runtuh pada tahun 1258 yang antara lain dikarenakan serangan bangsa Mongol yang dipimpin Hulagu Khan yang berhasil menghancurkan Baghdad. 

Damaskus pernah kembali menjadi pusat pemerintahan pada masa Sultan Salah ad-Din Yusuf bin Ayyud atau yang biasa disebut Salahuddin al-Ayyubi (1137-1193). Pada masa inilah Damaskus mencapai puncak kejayaannya. 

Memasuki abad ke 16, Sultan Selim I yang memerintah di Istanbul  (Turki) menaklukan Suriah. Sampai perang Dunia I, Damaskus menjadi bagian dari Khalifah Turki Utsmani (Ottman).

   

Abul Wafa Muhammad Al Buzjani, Peletak Dasar Rumus Trigonometri

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

Friday, 22 February 2013 10:44

Abul Wafa Muhammad Al Buzjani, Peletak Dasar Rumus Trigonometri
source : www.republika.co.id


bgn5-01Masa kejayaan Islam tempo dulu antara lain ditandai dengan maraknya tradisi ilmu pengetahuan. Para sarjana Muslim, khususnya yang berada di Baghdad dan Andalusia, memainkan peran cukup penting bagi tumbuh berkembangnya ilmu kedokteran, matematika, kimia, dan bidang ilmu lain yang sekarang berkembang. Selama berabad-abad sarjana-sarjana Muslim tadi menuangkan buah pikiran dan hasil penelitian ke dalam kitab-kitab pengetahuan untuk kemudian menjadi rujukan ilmu pengetahuan modern. Kini, dunia telah dapat mengambil manfaat dari pengembangan ilmu yang dirintis oleh para ilmuwan serta sarjana Muslim.

Read more: Abul Wafa Muhammad Al Buzjani, Peletak Dasar Rumus Trigonometri

   

Abu Nawas Legenda Humor Penyair Islam

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

Friday, 22 February 2013 10:41

Abu Nawas Legenda Humor Penyair Islam
source : www.republika.co.id

 
ind_0302Ilahi lastu lilfirdausi ahla wala aqwa 'ala naril jahimi Fahab li tawbatan waghfir dzunubi fainaka ghafirud
dzanbil adzimi. Senandung syair yang menyentuh hati itu mengalun begitu merdu. Sembari menunggu datangnya shalat Maghrib dan Subuh, para jamaah shalat kerap melantunkan syair itu dengan syahdu di mushala dan masjid. Meski syair itu telah berumur hampir 11 abad, namun tampaknya tetap akan abadi.

Read more: Abu Nawas Legenda Humor Penyair Islam

   

Abu Nasr Mansur, Sang Penemu Hukum Sinus

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

Friday, 22 February 2013 10:39

Abu Nasr Mansur, Sang Penemu Hukum Sinus
source : www.republika.co.id


ind_0919Saat masih sekolah di bangku sekolah menengah, tentu Anda pernah mempelajari istilah sinus dalam mata pelajara matematika. Sinus adalah perbandingan sisi segitiga yang ada di depan sudut dengan sisi miring.  Hukum sinus itu ternyata dicetuskan seorang matematikus Muslim pada awal abad ke-11 M.

Read more: Abu Nasr Mansur, Sang Penemu Hukum Sinus

   

Abdullah bin Mas'ud: Sang Pelayan Rasul

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

Friday, 22 February 2013 10:35

Abdullah bin Mas'ud: Sang Pelayan Rasul
source : www.republika.co.id



tra_0106Masyarakat di sekitarnya memanggilnya Ibn Umm Abd atau putra dari budak wanita. Namanya sendiri adalah Abdullah dan nama ayahnya adalah Mas'ud. Dia adalah sahabat Rasulullah SAW yang ketika kecil merupakan penggembala kambing milik salah satu ketua adat Bani Quraisy bernama Uqbah bin Muayt.

Read more: Abdullah bin Mas'ud: Sang Pelayan Rasul

   

Abdullah bin Abbas: Menjadi 'Tinta' Bagi Umat

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

Friday, 22 February 2013 10:33

Abdullah bin Abbas: Menjadi 'Tinta' Bagi Umat
source : www.republika.co.id


ind_0106-1Di antara sahabat-sahabat Rasulullah SAW, terdapat beberapa sahabat kecil yang ketika bersyahadat mereka berusia sangat muda. Atau, ketika mereka dilahirkan, orang tuanya telah menjadi Muslim lebih dulu. Salah satunya adalah Abdullah bin Abbas, atau lebih dikenal dengan Ibnu Abbas.

Read more: Abdullah bin Abbas: Menjadi 'Tinta' Bagi Umat

   

Abdul Ma ali Al Juwaini - Sang Cahaya Agama

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

Thursday, 21 February 2013 09:36

Abdul Ma'ali Al-Juwaini Sang 'Cahaya Agama'
source : www.republika.co.id

 

00_PICINTRO (1)Dia sebagai guru besar di Madrasah Nizaminah, tempat di mana Imam al-Ghazali pernah menimba ilmu. Ia dijuluki Imam Haramain karena pernah tinggal di dua kota suci, Makkah dan Madinah. Ulama ini bernama lengkap Abdul Malik bin Abdullah bin Yusuf bin Muhammad Al-Juwanini An-Nisaburi. Dia dilahirkan di Bustanikan, Nisabur, pada 12 Pebruari 1058. Pendidikan pertamanya didapatkan dari ayahnya yang bernama Syekh Abdullah, seorang keturunan Arab berdarah bangsawan. Di samping itu, Al-Juwaini juga menimba ilmu di sekolah agama yang berada di wilayah tempat tinggalnya.

Read more: Abdul Ma ali Al Juwaini - Sang Cahaya Agama

   

Page 3 of 3