SLIDE 1
 
 
1
2
Iklan_herbaVOMITZ
iklan_bjbsyariah
iklan_bnisyariah
iklan_hajimoelseafoodpusat
iklan_infaqcenter
iklan_majalahalbahjah
iklan_muamalat
 

Ahli Hukum MUI: Permintaan Maaf 'Penista Agama' Menguatkan Penghinaan

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

Thursday, 02 February 2017 19:29

“Dalam rekaman sidang sangat jelas Ahok dan Penasihat Hukumnya telah melakukan kebohongan publik dan bahkan menyerang kehormatan KH Ma’ruf Amin dan termasuk Majelis Ulama Indonesia,” ujar Abdul Chair.


ilustrasiAhli Hukum Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) menanggapi sekaligus membantah permintaan maaf yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) lewat video yang dikirimkan Timses Ahok-Djarot melalui sebuah situs berita hari Rabu (01/02/2017).

Dalam video tersebut Ahok mengatakan tidak ada maksud melaporkan KH Ma’ruf Amin ke kepolisian.

Dr H Abdul Chair Ramadhan, SH, selaku Ahli Hukum Dewan Pimpinan MUI, mengatakan semua substansi permintaan maaf tersebut adalah justru memperkuat penghinaan Ahok kepada umat Islam pada umumnya dan diri pribadi KH Ma’ruf Amin pada khususnya.


spa_1808-1

Menurut Abdul Chair, dalam surat terbuka bertajuk “Tanggapan dan Bantahan atas Pemintaan Maaf Ahok”, penjelasan dan permintaan maaf Ahok tidak sesuai dengan kondisi yang sebenarnya.

“Dalam rekaman sidang sangat jelas Ahok dan Penasihat Hukumnya telah melakukan kebohongan publik dan bahkan menyerang kehormatan KH Ma’ruf Amin dan termasuk Majelis Ulama Indonesia,” ujarnya dalam rilis yang dikirim ke redaksi hidayatullah.com, Kamis (02/02/2017).

 

 

Ia juga membantah perkataan Ahok dalam permohonan maafnya yang mengatakan, “…jangan dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu yang ingin mengadu domba saya dan pihak NU apalagi dihubungkan dengan Pilkada.…. digaduhkan lagi oleh kerja oknum-oknum yang mengadu domba.”

Menurut Abdul Chair, perkataan Ahok tersebut, malah mengindikasikan dirinya dengan sengaja menuduh umat Islam diluar NU sebagai pihak yang mengadu domba antar dirinya dan pihak NU.

 

Di luar NU dianggap olehnya sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam mengadu domba, dan secara sadar kepastian dimaksudkan adalah pihak pelapor, lawan politik atau pesaingnya dalam Pilkada dan umat Islam di luar NU. Padahal, mayoritas pihak pelapor, lawan politik atau pesaingnya tidak dapat diidentikkan dengan NU, masih menurutnya.

“Masalah penodaan agama bukanlah masalah institusi kelembagaan NU dan non-NU maupun MUI, tetapi masalah umat Islam yang menuntut ditegakkannya hukum secara adil kepada pelaku penodaan agama,” lanjutnya.* Siraj el-Manadh
y

   

Turki kirim 700 truk bantuan ke Suriah

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

Monday, 23 January 2017 07:50

Turki telah mengirimkan lebih dari 700 truk bantuan selama dua bulan terakhir sebagai bagian dari kampanye bantuan pemerintah Turki untuk Suriah, menurut Turkiye Diyanet Foundation (TDV) pada Jumat, (20/1/2017). 

“Sejauh ini, [Sejak 16 November], sebanyak 707 truk bantuan telah dikirim ke [selatan] Hatay, Gaziantep dan provinsi Kilis [di sepanjang perbatasan Turki-Suriah] sebagai bagian dari kampanya ‘Jangan Biarkan Kemanusiaan Mati di Aleppo’ yang diselenggarakan oleh Presidensi Urusan Agama Turki dan Turkiye Diyanet Foundation,” ungkap wakil ketua Dewan Pengawas TDV, Mazhar Bilgin, kepada wartawan di Kilis, sebagaimana dilansir Anadolu Agency.
 

“Kami telah menerima bantuan senilai 145 juta lira Turki ($ 38 juta) berupa uang tunai dan barang,” kata Bilgin.

Dia mengatakan bahwa pengiriman bantuan kemanusiaan, yang berasal dari kontributor di dalam dan di luar negeri, pertama kali disimpan dan dihitung di tiga gudang logistik terpisah di tiga provinsi perbatasan.
Turki kirim 700 truk bantuan ke Suriah 

“Kemudian kami memutuskan bagaimana bantuan tersebut akan diangkut ke daerah-daerah dan kamp-kamp yang berada dalam tanggung jawab kami [TDV].”

Selain bantuan ini, 100.000 roti yang dipanggang setiap hari akan dikirimkan ke Suriah, lanjut Bilgin.

“60.000 roti dipanggang di toko roti di Kilis, sedangkan sisanya 40.000 dipanggang di beberapa toko roti yang disewa di Suriah.

“Kami juga memberikan makanan segar untuk 15.000 orang setiap hari hari. Setiap paket makanan terdiri dari dua varietas. Kami juga menyediakan sarapan,” katanya. - (Arrahmah.com)

(ameera/arrahmah.com)

   

Intelijen Penjajah Akui Kewalahan Hadapi “Cyber Army” Hamas

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

Monday, 16 January 2017 08:54

Hidayatullah.com–Unit kontra operasi spionase oleh intelijen militer penjajah (IDF) dan Shin Bet (Badan Keamanan penjajah Israel) terhadap Hamas yang  dipublikasi pada hari Rabu lalu telah mengungkapkan bahwa kelompok pejuang Gaza kini dilengkapi dengan unit cyber yang memiliki kemampuan yang cukup hebat.
Unit maya Hamas ini telah dibantu oleh para ahli asing di lapangan, demikian lansir Jerusalem Post (12/1/2017).

ind_0106-1Media itu menulis bahwa upaya Hamas untuk mendapatkan akses ke ponsel tentara IDF melalui media sosial telah berlangsung selama berbulan-bulan, hal itu menjadi ancaman untuk keamanan informasi dan keamanan nasional yang ditimbulkan oleh internet, ponsel pintar, jaringan sosial dan semua bentuk komunikasi digital.

Jerusalem Post juga mengungkapkan bahwa pihaknya lebih terkejut lagi melihat bagaimana mudahnya pihak Hamas mendapatkan akses kepada rahasia mereka.

Untuk menghadapi unit intelijen Hamas ini, sekali waktu, satuan Keamanan Lapangan IDF meluncurkan kampanye bertajuk, “Musuh mendengarkan,” dalam rangka meningkatkan kesadaran di kalangan tentara untuk tidak berkomunikasi lisan pada jaringan komunikasi di telepon.

Di masa selanjutnya kewaspadaan pihak militer penjajah semakin meluas dengan adanya segala macam komputer serta smartphone, yang berfungsi tidak hanya sebagai perangkat komunikasi, tetapi juga sebagai kamera, perangkat rekaman dan banyak lagi. Tapi intinya tidak berubah, mudah bicara dapat menjadi jalan hidup atau mati.

Diakui, bahwa upaya Hamas untuk menembus ponsel tentara IDF dan petugas dilakukan untuk mendapatkan informasi tentang unit IDF, informasi latihan, rencana operasional dan persenjataan.

Pihak penjajah melalui Unit Keamanan Informasi dan Shin Bet meski berhasil mengungkap operasi maya Hamas namun mereka mengaku, “Namun, kita tidak tahu apa yang kita tidak tahu.”

Mereka sendiri mengakui bahwa mungkin kontra spionase dan pertahanan cyber Intelijen Militer IDF dan Shin Bet tidak berhasil menggagalkan semua upaya Hamas.  Dan merekapun harus memperhitungkan skenario terburuk – bahwa mereka berhasil memperoleh informasi penting dan rahasia, dan Israel tidak tahu berapa banyak.*

   

Setelah Aleppo, apa yang akan terjadi dengan kota-kota terkepung lainnya di Suriah?

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

Saturday, 14 January 2017 16:21

Setiap malam, Muhammad Darwish pergi tidur dengan empat selimut. Ini merupakan harapan satu-satunya agar tetap hangat. Seperti semua orang di kota Suriah yang terkepung, Madaya, pria berusia 26 tahun tersebut memiliki beberapa pilihan lain jika ia ingin menghindari kebekuan.

Tidak ada bahan bakar untuk menghangatkan rumahnya atau memasak makanan panas.

“Cuacanya sangat dingin karena kami berada di pegunungan,” ujar Darwish, seorang mahasiswa kedokteran gigi dan satu-satunya tenaga medis yang tersisa di Madaya.

“Suhu mencapai minus 5 derajat celcius di malam hari. Kami takut mati kedinginan.”

Tahun lalu, resor pegunungan Madaya menarik perhatian dunia ketika para pekerja medis menerbitkan foto mengerikan dari penduduk Madaya yang kekurangan gizi, yang menunjukkan bayi bermata lebar tanpa memiliki persediaan susu, dan laki-laki tua yang tubuhnya hanya tersisa tulang dan kulit.

Sekarang setelah Aleppo jatuh, warga mengatakan bahwa mereka takut kota mereka yang dikepung oleh pasukan rezim Asad dan sekutunya sejak Juli 2015, akan menghadapi nasib yang sama.

“Orang-orang hidup dalam ketakutan besar, takut dibombardir, penembakan berat dan penembak jitu,” ujar Darwish mengungkapkan kepada Al Jazeera dari Madaya.



“Orang-orang tida tahu apa-apa mengenai masa depan mereka.”

Madaya adalah salah satu dari sedikitnya 39 komunitas yang dikepung di Suriah. Menurut laporan terbaru oleh Siege Watch, sebuah kelompok pemantau yang dikelola oleh institut penelitian Suriah yang berbasis di AS dan PAX, sebuah tim peneliti perdamaian yang berbasis di Belanda, lebih dari 1,3 juta orang telah terkepung di Suriah, meskipun PBB hanya mengakui sekitar 970.000 orang yang terkepung pada November lalu.

Menurut laporan itu, rezim Suriah dan sekutunya tetap bertanggung jawab atas sebagian besar pengepungan yang ada.

Dengan timur kota aleppo serta Douma di pinggiran Damaskus dan Al-Waer di Homs, Madaya adalah salah satu dari empat komunitas yang dikutip dalam laporan yang sangat membutuhkan bantuan internasional segera untk mencegah bencana kemanusiaan. Musim dingin lalu, sedikitnya 65 dari 40.000 warga di Madaya telah mati kelaparan karena persediaan makanan tidak mencukupi.

Tahun ini, persediaan makanan masih minim. “Ketika kami ingin kehangatan atau menyalakan api untuk memasak sesuatu,kami mematahkan furnitur kami dari ruang tidur atau ruang keluarga, atau apapun yang terbuat dari kayu, kami mematahkannya dan membakarnya agar kami tetap hangat dan untuk memasak,” ujar Darwish.

Pada akhir November, sebuah konvoy bantuan kemanusiaan yang masuk ke kota berisi makanan, susu dan oba-obatan, namun tidak ada bensin atau diesel. Seorang juru bicara Bulan Sabit Merah menegaskan kepada Al Jazeera bahwa konvoy bantuan tidak membawa bahan bakar apapun namun tidak memberikan penjelasan.

“Orang-orang telah membakar segala sesuatu untuk menghangatkan rumah mereka,” ujar Moussa Al-Maleh, warga Madaya yang kehilangan dua anak dalam jangka waktu satu minggu pada bulan lalu.

“Mereka melakukan segalanya untuk mencoba tetap hangat. Ketika salju datang, itu akan menjadi bencana.”

Seorang pengamat mengatakan bahwa konvoy bantuan untuk Madaya gagal membawa segala jenis bahan bakar karena pasukan rezim menentukan barang-barang yang diizinkan.

“Setahu saya, bahan bakar umumnya tidak masuk ke dalam konvoy,” ujar Valerie Szybala, dari Siege Watch.

“Jenis dan jumlah item yang diperbolehkan masuk dalam konvoy bantuan tunduk pada persetujuan oleh rezim Suriah sehingga hampir selalu ada item penting yang dikecualikan”

Orang tua membungkus anak-anak mereka dengan selimut dan selimut untuk tetap hangat dan mereka memiliki bahan untuk merajut topi, syal dan sarung tangan.
alt

“Orang-orang bergantung hanya pada tiga atau empat jenis makanan, beras, gandum bulgur, dan buncis,” ungkap Darwish.

Laporan Siege Watch mengatakan bahwa kelaparan warga sipil yang disengaja adalah pelanggaran berat terhadap Konvensi Jenewa Keempat dan karena itu merupakan kejahatan perang.

Pemantau juga mengamati bahwa pengembangan utama adalah bagaimana pasukan Asad telah menggeser taktik pengepungan dari “menyerah atau kelaparan” menuju “menyerah atau mati”.

Tiga bulan terakhir ditandai oleh upaya intensif oleh rezim Asad untuk secara paksa menggusur warga yang terkepung, menggunakan eskalasi militer dan pemaksaan, lapor Siege Watch.

Singkatnya, warga Suriah yang terkepung dan kelaparan selama berbulan-bulan sekarang beresiko dipaksa pindah dari rumah mereka. Evakuasi masyarakat yang dikepung oleh pasukan rezim Asad berlangsung di Daraya dan Moadamiya, pedesaan Damaskus pada Agustus dan September.

Media rezim Asad melaporkan bahwa evakuasi Daraya dilakukan atas dasar “kesepakatan”.

Tapi kelompok pemantau mengatakan gerakan pasukan rezim melakukan kejahatan perang dengan cara memaksa warga untuk keluar dari rumah mereka. (haninmazaya/arrahmah.com)

   

GNPF-MUI: ‘Koperasi Syariah 212’ Dari Umat untuk Umat

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

Monday, 09 January 2017 09:13

Hidayatullah.com– Dewan Ekonomi Syariah Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF-MUI) menjelaskan latar belakang pendirian ‘Koperasi Syariah 212’  diharapkan bisa merealisasikan ekonomi yang berkeadilan dan berpihak kepada rakyat.


Namun sangat disayangkan, potensi ini belum seimbang dengan penguasaan aset nasional dan aset bangsa. Daya beli dan jumlah umat Islam yang sangat besar saat ini hanya dimanfaatkan sebagai pasar oleh negara lain.
Ekonom syariah ini mengatakan, Indonesia memiliki potensi besar. Negara Muslim terbesar di dunia dengan proporsi umat Islam di atas 87 persen.

launching-koperasi-syariah-212-2a-32zzsii8rh6h2v1hqo270g

“Agar sumber daya dan potensi-potensi yang tercecer ini bisa dirajut menjadi kekuatan yang rahmatan lil alamin,” kata Dr Syafi’I Antonio Jum’at (06/01/2017) saat  konferensi pers terkait pendirian Koperasi Serba Usaha Syariah 212  di Masjid Andalusia, Kampus STEI Tazkia, Sentul City, Bogor.

Sementara itu, Ketua GNPF-MUI Bachtiar Nasir  menjelaskan kronologi berdirinya koperasi ini. Menurutnya, hadirnya koperasi ini berawal dari aspirasi umat Islam yang merasakan energi persatuan dan semangat kebangkitan dalam Aksi Damai 02 Desember 2016 atau ‘Aksi 212’.

Bachtiar Nasir menekankan visi dan semangat yang diusung dalam koperasi ini adalah Pasal 33 UUD 45.

“Sesuai dengan misi GNPF-MUI untuk menegakkan hukum, yang dalam hal ini adalah hukum ekonomi. Yang akan kita bangkitkan adalah semangat Pasal 33 UUD 45, ini yang menjadi acuan kami,” ungkapnya.

Koperasi ini diharapkan bisa mewujudkan tiga hal. Kemakmuran yang berkeadilan, proporsional, dan tidak terjadi ketimpangan.

Sementara itu,  Wakil Ketua GNPF-MUI Zaitun Rasmin mengatakan,  GNPF-MUI tidak memiliki kepentingan apa-apa dari gerakan ini. GNPF-MUI hanya merasa bertanggung jawab secara moral, bahwa potensi besar umat dari ‘Aksi 212’ perlu disatukan dan difasilitasi agar bisa maksimal.

Setelah terbentuk Koperasi ini maka tanggung jawab GNPF-MUI dianggap selesai.

Oleh karena itu tidak satupun pimpinan GNPF-MUI yang masuk dalam struktur pengurus koperasi ini.

“Sampai di sini tugas pimpinan GNPF-MUI hampir selesai, mengantarkan umat kepada terbentuknya suatu lembaga keuangan atau lembaga ekonomi syari’ah yang diharapkan bisa jadi pemandu demi ekonomi umat yang lebih baik kedepan,”  tegas Wasekjen MUI ini.

“Ii dari umat, oleh umat untuk umat,” tegas Zaitun.*/ibw

   

Erdogan: Turki dan Rusia membuat kemajuan pada perdamaian Suriah - See more at: https://www.arrahmah

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

Friday, 06 January 2017 07:45

ANKARA – Upaya penetapan gencatan senjata oleh Turki dan Rusia, dan solusi politik di Suriah telah menyebabkan beberapa perkembangan yang menjanjikan, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan pada Rabu (5/1/2017).

“Ini adalah keinginan terbesar saaya bahwa proses ini akan selesai dengan sukses dan penderitaan saudara-saudara Suriah kami akan segera berakhir,” Erdogan mengatakan di komplek presiden di Ankara.
tra_0106 

Gencatan senjata di Suriah mulai berlaku akhir pekan lalu, setelah kesepakatan tersebut ditengahi oleh Turki, Rusia, dan rezim Suriah.

Di bawah gencatan senjata, pihak yang bertikai berjanji akan menghentikan serangan bersenjata, dari darat atau udara, dan tidak akan memperluas wilayah terhadap satu sama lain.

Erdogan mengatakan bahwa operasi yang tengah berlangsung untuk merebut kendali kota Al-Bab di Suriah utara dari tangan ISIS sedang dikerjakan ulang, namun ia tidak memberikan rincian.

erdogan8

“Kami bertekad untuk membersihan daerah lain di mana organisasi teroris telah menetap, terutama Manbij, di Suriah utara,” tambahnya.

Dalam sambutannya tersebut, Erdogan dengan tegas membantah tuduhan Turki mendukung ISIS.

“Menuduh negara, yang telah melakukan perjuangan yang paling efektif terhadap Daesh (ISIS), membantu Daesh adalah jenis retorika yang digunakan oleh orang-orang yang menyerang Turki melalui organisasi teroris,” katanya, sebagaimana dilansir AA. (fath/arrahmah.com)

(Arrahmah.com)

   

Ancaman Perompak dan Sosok ‘Amir Makkah’ dalam Kisah Perjalanan Haji Ibnu Zubair

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

Sunday, 01 January 2017 21:18

Abu al-Husain bin Muhammad Zubayr, biasa dikenal Ibnu Zubayr. Ia adalah orang Inggris, menjabat sebagai sekertaris pelayanan Gubernur Granada dan terkenal dengan bakat sastranya. Selama pengabdian kerjanya,  ia sempat terhanyut  dalam kebiasaan meminum khamr. Untungnya,  Zubair segera infsar dan menyesal telah melanggar hukum Islam. 
spa_1203-2


Melihat perilakunya, sang pelindug, yakni Gubernur Granada, tergerak hatinya melihat keadaan atas  Ibnu Zubayr.  Ia pun segera memberi izin untuk pergi haji ketika Zubaiar mengatakan ingin pergi berziarah ke Makkah. Sang Gubernr pun membekalinya dengan memberikan uang saku kepadanya.

Setelah berangkat menuju Makkah, di dalamperjalanan haji Zubair mengalami kejadian dramatis.  Saat itu, yakni tahun 1183 H, dia mengawai perjalanan dengan pergi ke Maroko. Zubair menumpang sebuah kapal asal Genoa yang membawanya ke Alexandria di Mesir. 

Mungkin Zubair sengaja memilih kapal asal Genoa karena selama periode perang salib pada saat itu kota-kota Italia didominasi oleh perdagangan Mediterania. Tak hanya itu kapal mereka itu relatif aman dari serangan bajak laut. 


Maka Zubair pun menggunakan kapal Eropa yang dibuat oleh muslim dari kawasan mediterania barat yang telah ke depannya terus beroperasi selama berabad-abad.. Pada abad ke-17 misalnya, kapal-kapal asal Genoa ini sering menjelajahi wiayah Alzazair, Tunisia, dan Tripoli. Para penjelajah selalu menggunakan kapal dari Inggris atau Perancis ke Alexandria, dan kemudian bergabung dengan penziarah haji dari Kairo.

Ketika Ibnu Zubayr tiba di Mesir, negara itu di bawah pemerintahan Sultan Salahudin (Saleh al-Din Ayyubi). Kemudian, atas izin Sultan Aydhad berangkat ke pelabuhan Mesir menggunakan kapal Eropa yang dibuat oleh Muslim dari mediterania  yang pada saat itu masih merupakan pusat perdagangan dunial.

Selama perjalanan  Ibnu Zubayr sempat membuat catatan terhadap penduduknya yang sebagian besar negatif.  Ketika sampai di pelabuhan Pearl dia menulis begini: …memang rakyat di sini lebih terlihat kejam karena mereka kebanyakan laki-laki. Berbagai  kesan-kesan buruk tentang perjalanan haji selelau mereka ceritakan. Ini misalnya, soal adanya kapal yang terakhir digunakan untuk menyeberangi laut merah yang selalu kelebihan beban, sehingga penumpang yang seperti ayam dalam keranjang. 

Dengan seperti itu, Zubair pun menyimpulkan, itu masuk akal katena pemilik kapal berusaha untuk memaksimalkan pendapatan mereka, tanpa memperhatikan keselamatan penumpang, Menurutnya: banyak yang bilang bahwa pemilik hanya menyediakan kapal,tapi tanggung jawab keselamatan dan keamanan ditanggung oleh penumpang sendiri.

Zubair pun kemudian memperingatkan kepada semua jamaah haji agar memilih  menggunakan rute dengan jalan memutar yang panjang sebagai alternatif. Penziarah datang dari wilayah Mediteranian Barat disarankan oleh Ibnu Zubayr untuk melakukan perjalanan ke Baghdad melalui Suriah, dan melanjutkan perjalanannya dengan rombongan khalifah yang datang dari Bagdad. 

Hal itu karena bila melalui jalur tersebut maka perjalanan menjadi terlalu lama. Namun ini pun sebenarnya masih lebih mudah bila dibandingkan melalui jalur laut yang selalu dipenuhi para perompak sebelum akhirnya dapat lolos atau bertemu dengan kota pelabuhan Aydhab. 

Ibnu Zubayr juga menyebutkan rute ziarah di dekat pantai yang dipimpin dari Mesir ke Sinai dan menuju Madinah yang disebut ‘Aqaba’. Rute ini banyak diikuti oleh jamaah haji dari Mesir hingga abad ke-17 M. Ibnu Zubayr mengatakan rute yang dilewati ini melalui sebuah kastil Crisader Frank yang terletak di sekitar situ.

Selama dalam perjalanan menuju Makkah, Ibnu Zubayr pun melakukan pelayaran pendek dari seberang laut merah yang menurutnya sangat merepotkan. Selain itu pada perjalanannya, dia juga sempat melalui jalur peziarah yang menuju Baghdad. Meksi begitu, Zubair pun mengaku bila pilihan melewati Baghdad itu dipengaruhi oleh motivasi pertimbangan keamanan untuk menghindari ancaman badai besar. 

Pilihan rute ini pun cukup efektif karena dapat memperpendek waktu perjalanan hingga  delapan hari dari lama perjalanan yang lazim di tempuh pada rute Aydhab dan Jeddah sebagai kota pelabuhan terdekat dari Makkah.

Soal tabiat penduduk kawasan Hizaz, Ibnu Zubayr pun mengeluh karena mereka kerapkali bertidak kejam mengekspoitasi para peziarah haji. Banyak warga Hizaz yang menggunakan segala macam strategi  untuk mengambil bekal dan uang para peziarah. Zubair pun mencatat bila punya  pengalaman buruk terkait dengan perilaku ‘Amir Makkah.’

Saat itu, penguasa tanah Hijaz, yakni Sultan Salahuddin,  sudah berusaha untuk mengurangi kesulitan para peziarah dengan menetapkan banyak ‘Amir ‘ (pemimpin perjalanan) sebagai petugas dengan memberikan imbalan yang diambil dari sebagian uang dan bekal para ziarah. Namun, para ‘Amir’ itu selalu lupa akan tugasnya dan terus menuntut para peziarah memberikan imbalan di luar ketentuan.

Dengan demikian, Zubiar pun kemudian melihat betapa para peziarah kerapkali dipakai sebagai sarana eksplotasi pendapatan yang sah para ‘Amir’. Meski begitu, Zubair kemudian melihat bila pengawasan Sultan Salahuddin terlambat tiba, maka para peziarah aya dari Andalusia terlihat mampu menjadi pengawas pengganti yang baik untuk para pemimpin atau ‘Amir’ perjalanan haji.

Ibnu Zubayr pun sempat punya pengalaman buruk ketika dia bersama dengan temannya ijadikan sebagai pelayanya yang disandera untuk menjamin pasokan  gandum Mesir dan keuangan. Pengalaman kelam ini disebab Ibnu Zubayr saat itu pernah berkomentar kasar tentang kepercayaan orang Hijaz yang dianggap bayak melakukan pembid’ahan. 

Melihat keruwetan itu, Zubari pun berharap bahwa tanah Hijaz mungkin lebih tepat diurus atau ditaklukan oleh dinasti Spanyol Muwahiddun/Almohads. Sebab, banyak praktik penduduk Hijaz yang malah menjadi ladang dosa serta berbagai praktik ajaran Islam yang sesat. 

Meski begitu, Zubair pun mengaku masih mengekspresikan kemarahannya secara moderat. Katanya, tentu saja Amir Makkah kerap bertidak tidak adil, sebagai penguasa itu yang sudah banyak mendapatkan nasihat dari  Sultan Salahuddin. Namun demikian bagaimanapun dia tetap keturunan Nabi Muhammad yang tetap harus dihormatinya. 

   

Erdogan klaim miliki bukti koalisi pimpinan AS berikan dukungan kepada ISIS

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

Thursday, 29 December 2016 06:31

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan ia menemukan bukti bahwa pasukan koalisi pimpinan AS telah membantu mendukung teroris di Suriah, termasuk ISIS.

Berbicara pada Selasa (27/12/2016) di ibu kota Turki, Ankara, ia mengatakan ia percaya bahwa mereka telah memberikan dukungan kepada berbagai kelompok militan termasuk ISIS, YPG, dan PYD.

“Mereka menuduh kami mendukung Daesh (ISIS), katanya dalam konferensi pers, menurut Reuters.

mor_2619x

“Sekarang mereka memberikan dukungan kepada kelompok teroris termasuk Daesh, YPG, PYD. Ini sangat jelas. Kami telah mengkonfirmasi bukti, dengan gambar, foto, dan video.”


Erdogan juga mengatakan bahwa Arab Saudi dan Qatar harus bergabung dengan pertemuan Rusia dan Iran untuk membahas upaya perdamaian Suriah.

Rusia, Turki, dan Iran, sepakat untuk mengadakan pembicaraan tentang Suriah di Kazakhstan bulan depan.

Associated Press mengatakan Erdogan mengatakan pertemuan para menteri luar negeri harus mencakup Arab Saudi dan Qatar, mengatkan mereka telah “menunjukkan niat baik dan memberikan dukungan” untuk Suriah.

Turki, Arab Saudi, dan Qatar adalah pendukung utama kelompok oposisi yang berusaha menggulingkan Presiden Suriah Bashar Asad yang erat bersekutu dengan Rusia dan Iran.

Departemen Luar Negeri AS telah menolak tuduhan Erdogan tersebut. Juru bicara Departemen Luar Negeri Mark Toner mengklaim bahwa tuduhan itu tidak berdasar. (fath/arrahmah.com)

Dikutip dari arrahmah.com 
   

Pimpinan GNPF-MUI serahkan bantuan kepada korban gempa Aceh

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

Wednesday, 28 December 2016 08:16

ACEH (Arrahmah.com) – Para ulama mengunjungi Serambi Mekkah yang belum lama dilanda gempa, Selasa (27/12/2016). Hadir dalam rombongan ini beberapa perwakilan GNPF MUI (Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI) dan beberapa ormas atau lembaga lainnya seperti FPI, Wahdah Islamiyah, dan FUIB Sulsel (Forum Umat Islam Bersatu Sulawesi Selatan).

Di antaranya Habib Rizieq Syihab (Pembina GNPF MUI dan Imam Besar FPI), Habib Muhsin Alatas (Ketua Umum FPI), Ust. Muhammad Zaitun Rasmin (Wakil Ketua GNPF MUI, Ketua Umum Wahdah Islamiyah), dan lainnya. Nuansa persatuan dan persaudaraan yang dicontohkan para ulama ini diharapkan bisa menjadi penguat tersendiri bagi warga Aceh yang sedang mengalami musibah. Dalam kesempatan ini Habib Rizieq Syihab menyerahkan dana bantuan sebesar 2 milyar rupiah dari FPI se-Indonesia. FUIB Sulawesi Selatan juga menyampaikan bantuan yang diserahkan oleh Habib Muhsin Al-Habsyi Ketua FPI Sulsel sebesar Rp. 151.150.000, seperti dilaporkan Jayadi Hasan kepada redaksi.
00_PICINTRO (3)

Bukan hanya dari ormas Islam atau lembaga saja yang menyalurkan bantuan pada kesempatan ini. Ibu Ermi, salah satu jama’ah pengajian Majelis Zikir Az Zikra juga menyerahkan bantuan sebesar 100 juta rupiah dan 1.000 paket bingkisan berisi perlengkapan sholat. Ust. Zaitun Rasmin yang merupakan Ketua Umum Wahdah Islamiyah dan juga Wasekjen MUI Pusat turut menyampaikan bantuan dana sebesar 100 juta rupiah. Bantuan dana dari Wahdah ini secara khusus ditujukan untuk pembangunan Masjid Baitul Fuqara’ dan program renovasi rumah di Desa Paru Keude, Kec. Bandar Baru, Pidie Jaya. Wahdah Islamiyah sebagai ormas Ahlus Sunnah Wal Jamaah, memiliki perhatian besar terhadap segala bentuk persoalan keumatan dan kegiatan sosial.
gnpf-ke-aceh

Bantuan yang disalurkan ini adalah dana yang selama ini dihimpun oleh Lazis Wahdah Islamiyah dari pengurus, kader, dan simpatisan Wahdah di seluruh Indonesia. Mudah-mudahan bantuan yang diberikan ini bisa turut meringankan beban saudara kita yang sedang tertimpa musibah di Aceh. - See more at: https://www.arrahmah.com/news/2016/12/27/pimpinan-gnpf-mui-serahkan-bantuan-kepada-korban-gempa-aceh.html#sthash.OwTT1tD9.dpuf

   

Page 2 of 4